ADA SKANDAL KORUPSI DANA BOS SMPN 4 TANJUNG MORAWA TAHUN 2025
Tanjung Morawa 1/6/2026
mediacoruption.id // Skandal mark-up (penggelembungan) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan kasus korupsi berulang yang sering terjadi di Indonesia. Kasus ini umumnya melibatkan manipulasi rencana anggaran belanja (RAB), pemalsuan Surat Pertanggungjawaban (SPJ), dan kuitansi fiktif
Dugaan mark-up penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2025 di SMPN 4 Tanjung Morawa menjadi sorotan. Kali ini, Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Tanjung Morawa kecamatan tanjung Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, diduga kuat menyelewengkan anggaran tersebut di tahun 2025 .
Berdasarkan data. Rekapitulasi Dana BOS tahun 2025 selama satu tahun tahap 1 Rp 505.050.000 dan di tahap 2 Rp .494.94900 total anggaran selama 1 tahun Rp .999.999.000.
Ada pun komponen yang diduga menjadi pertanyaan seperti pada komponen kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran tahap pertama Rp 95.406.000 ini sudah tidak benar ada dugaan pengelembungan yang pantastis
Dari data di atas 95.406.000 untuk Asesmen, 910 siswa = GILA. INI SKANDAL BUKAN MARK UP. Dan ini lewat batas nalar
Ini Bukti Pelanggaran Juknis: 18,88% dari BOS berdasarkan Pagu kamu:* Rp 505.050.000/ tahap 1
Juknis BOS 2025 Asesmen max 10% Wajarnya 5 - 8% dan bila 18,88% = Hampir 2x lipat batas max. Hampir 4x lipat dari wajar.*
Biaya Per Siswa bila Rp 95.406.000 ÷ 6 ÷ 910 = *Rp17.473/siswa/bulan* cuma buat ulangan. Patokan wajar:* Rp 4rb - 7 rb/ siswa/bulan Rp17.473 = 150% lebih mahal dari batas wajar atas.*
Berdasarkan keterangan salah satu guru yang namanya tak mau di muat RAB Wajar 910 Siswa Cuma Rp 26jt*
Berikut rincian normal Asesmen 910 siswa/tahap: Komponen Wajar Volume Total 6 Bulan
1 Fotocopy soal UTS + UAS 910 x 20 x 2 x Rp 200 Rp7.280.000
2 Fotocopy LKPD 910 x 15 x 6 x Rp200 Rp16.380.000
3 Kertas HVS rapor** 910 x 6 x Rp 500 Rp 2.730.000 Tinta + ATK- Rp 3.000.000.
Sangat di sayangkan kepala sekolah yang lama M telah pindah ke SMPN 2 lubuk Pakam M juga di duga telah melakukan korupsi beberapa kali di kunjungi ke SMP N 2 pakam awak media tidak di ijin kan oleh Satpam dengan berbagai alasan .Dan kepala sekolah M tak mau menjawab atau membalas chat awak media .
(Redaksi)
