Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Indeks Berita

Proyek Revitalisasi Diduga Asal Jadi Disdikbud Kabupaten Deli Serdang Suparno Memilih Bungkam

Kamis, 21 Mei 2026 | Mei 21, 2026 WIB Last Updated 2026-05-21T10:21:34Z



Proyek Revitalisasi Diduga Asal Jadi Disdikbud Kabupaten Deli Serdang Suparno Memilih Bungkam


Deli Serdang 21/5/2026

mediacoruption.id // Menyikapi kegiatan revitalisasi  menimbulkan beberapa pertanyaan dan dugaan dalam pelaksanaannya tidak sesuai setandar oprasional pekerjaan (SOP).

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Deli Serdang memilih bungkam saat dikonfirmasi mengenai status proyek Revitalisasi tahun  anggaran 2026

Suparno yang sudah berulang kali dikonfirmasi awak media lewat pesan WhatsApp tidak merespons meski dalam keadaan aktif dan pesan terbaca dengan tanda centang biru dua 

Sebelumnya, informasi diperoleh Media dari sumber bahwa Kabupaten Deli Serdang mendapat kan proyek revitalisasi sekolah tahun anggaran 2026 dan bersumber dari APBN miliaran Rupiah .

Tak di ketahui pasti kebungkaman kepala dinas pendidikan hal mengundang tanda tanya bagi masyarakat dimana dugaan korupsi yang mengarah kepada kepala sekolah dapatkan perlindungan dari kepala dinas pendidikan Kabupaten Deli Serdang .

Berdasarkan pantauan awak media banyak pembangunan. Revitalisai yang tidak sesuai dari RAB dan dugaan pun adanya Fee dari pemborong untuk kepala sekolah pun bergulir dan proyek revitalisasi tidak sesuai tender.

Korupsi revitalisasi sekolah Pendidikan. Modusnya biasanya gini berdasarkan informasi dari BPK seperti mar.up anggaran contoh 

1. Harga material di RAB digelembungin jauh di atas standar. Contoh: keramik 60x60 ditulis Rp250rb/m², padahal harga pasar Rp120rb. Selisihnya masuk kantong.

2. Kurangi volume & spek*

Di kontrak: baja WF 200, ring balok 8 titik. Realisasi: WF 150, ring balok 6 titik. Di gambar kerja pakai besi 12mm, dipasang besi 10mm. Atap baja ringan 0.75mm diganti 0.45mm.

3. Fiktif*

Laporan 100% selesai, SPJ lengkap, foto ada. Tapi cek lapangan cuma 60%. Atau pekerjaan udah dibayar tapi nggak dikerjain sama sekali.

4. Fee komitmen*

Kontraktor setor 10-20% dari nilai kontrak ke oknum dinas/kepsek biar menang tender. Balik modalnya ya dari ngurangin mutu.

5. Manipulasi e-katalog*

Beli via e-katalog tapi pilih penyedia “binaan”. Harga dinaikin, lalu cashback ke PPK/panitia.

*Ciri proyek rawan dikorupsi:*

1. Nggak ada papan proyek transparan di lokasi

2. Kepala tukang nggak megang gambar kerja & RAB

3. Pengawas konsultan jarang ke lapangan

4. Cair 100% padahal atap belum dipasang

5. Kepsek/tim nggak berani ngasih RAB ke komite sekolah dan masyarakat kayaknya semua kepala sekolah Baik SD Maupun SMP semua bungkam .


( Redaksi )

×
Berita Terbaru Update